English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Thursday, February 10, 2011

, » Kontroversi Ahmadiyah

Kontroversi Ahmadiyah

| Thursday, February 10, 2011 | 1 comments

Gerah, capek, sumpek, bosen, entah apalagi kata yang bisa mewakili untuk mengungkapkan kondisi politik dan ekonomi negara Indonesia tercinta ini. Hari demi hari, kasus demi kasus datang silih berganti. Satu kasus besar belum selesai, tertindih oleh kasus besar lainnya, lalu muncul lagi. Begitulah seterusnya.....
Mulai kasus Bank Century yang tidak ketemu pangkalnya, kasus "cicak vs buaya" jika ditarik benang merahnya muncullah Gayus Tambunan, hingga yang paling 'hot' saat ini tentang Ahmadiyah.....

Memang kasus tentang religi dan kepercayaan memang saat sensitif di negeri ini, lihat saja akibatnya seperti tragedi Poso yang berlatar belakang perselisihan antar umat beragama dan banyak lagi yang sulit bagi saya untuk menyebutkannya karena lelah memberikan contoh saking banyaknya. Tentunya kita semua sudah tahu.....
Yang menjadi topik pembicaraan kita kali ini yaitu tentang Ahmadiyah, mumpung masih hangat.... (ya setidaknya hangat - hangat tahi ayam). Di sini saya hanya memberikan tanggapan versi saya, tidak bermaksud menjadi yang paling tahu, dan bukan untuk mencari siapa yang benar dan siapa yang salah.
Kondisi yang terjadi, masyarakat yang mengaku umat muslim "berperang" melawan mereka yang menganut ajaran Ahmadiyah yang jelas - jelas bertentangan dengan ajaran Islam murni yang disebarkan oleh Nabi Muhamamad SAW.
Seharusnya hal itu tidak perlu terjadi, jika melihat dari sudut pandang Ahmadiyah mengapa mereka tidak berpedoman pada Pancasila yang katanya dasar hukum negara Indonesia yaitu sila ke-1 yang jika ditelaah lebih lanjut menyatakan bahwa agama yang dilindungi di Indonesia adalah Islam, Kristen Katholik, Kristen Protestan, Hindu, Budha, dan aliran kepercayaan..... (ingatkan saya jika salah).

Titik fatal ajaran Ahmadiyah yang bertentangan dengan ajaran Islam salahsatunya yaitu mereka meyakini adanya nabi setelah Nabi Muhammad SAW, yaitu Mirza Ghulam Ahmad yang tiada lain lagi adalah pendiri Ahmadiyah.
Sungguh konyol, bodoh dan dungu si Ghulam Ahmad ini. Contoh lain kebodohannya adalah pernyataannya berikut ini. "Sesungguhnya saat rasulullah dilahirkan, beberapa hari kemudian ayahnya meninggal", padahal faktanya ayah rasulullah meninggal saat beliau (Nabi Muhamamad SAW) masih dalam kandungan ibunya.
Satu contoh lagi kebodohan Ghulam Ahmad dengan pernyataan "Rasulullah memiliki 11 anak dan semuanya meninggal", sesungguhnya Rasulullah hanya memiliki 7 orang anak (Abdullah bin Muhammad, Ibrahim bin Muhammad; meninggal saat berusia 18 bulan, Qasim bin Muhammad, Fatimah binti Muhammad, Ruqaiah bin Muhammad, Ummi Kultsum binti Muhammad, dan Zainab binti Muhammad).

Saya lanjutkan kembali pada bahasan kita tentang Ahmadiyah dari sudut pandang umat muslim sendiri, sebagai umat Islam yang harusnya cinta damai. Semestinya mereka tidak perlu sampai membabi - buta memporak porandakan semua yang berkaitan dengan Ahmadiyah seperti rumah, masjid, pengikut - pengikutnya. Apakah tidak ada cara lain? Apakah itu satu - satunya cara menegakkan Islam yang benar? Apakah sekian banyak orang yang mengaku Islam yang ikut mengacau itu benar - benar seorang muslim yang bertaqwa? Apakah mereka sholat 5 waktu dengan benar? Seharusnya mereka menjawab dulu pertanyan - pertanyaan di atas.
Intinya, jika sesuatu bisa diselesaikan dengan baik mengapa harus ada kekerasan? Mengapa harus merasa kita yang paling benar di dunia ini? Toh, semua ada balasannya dan akan terungkap mana yang benar dan yang salah di akhirat nanti. Biarlah Allah yang akan menjadi hakimnya, karena Dia adalah hakim yang seadil - adilnya.

Marilah kita sedikit merenung, mengapa harus mencari kesalahan orang lain jika kita sendiri tidak bisa mencari dan memperbaiki kekurangan kita sendiri. Seandainya kita lebih menitik beratkan instrospeksi diri pada setiap individu masing - masing mungkin saja hidup ini akan lebih indah dan harmonis. Tentunya didukung oleh pemerintah yang tidak hanya memikirkan korupsi dan memperkaya diri. Yang bisa memicu perlawanan oleh rakyat seperti yang terjadi pada era Orde Baru maupun saat ini di negara Mesir. 



Artikel Terkait Lainnya



Digg Technorati del.icio.us Stumbleupon Reddit Blinklist Furl Spurl Yahoo Simpy

1 comments:

Arifin said...

Kacau jadinya jika yang merasa paling benar mulai ikut campur......

:)) :)] ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} ~x( :-t b-( :-L x( =))

Post a Comment

Silakan Berkomentar Di Sini Dengan Syarat :
1. Komentar anda tidak menyinggung SARA
2. Berikan komentar yang membangun, bukan yang semena-mena
3. Tersenyumlah sambil mengetikkan 'comment'


Bagi yang hanya sekedar 'blogwalking' di sini, silakan tinggalkan keterangan web title dan URL anda.

Hormat Saya,
Arifin

 

Recent Post

Random Post

Send Free SMS

© Copyright 2011. bqychodtz.blogspot.com . All rights reserved | bqychodtz.blogspot.com is proudly powered by Blogger.com | Special Thanks To o-om.com - zoomtemplate.com