English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Monday, February 21, 2011

, , , » Dilema Menolak dan Menghargai

Dilema Menolak dan Menghargai

| Monday, February 21, 2011 | 2 comments

Mungkin hal seperti yang saya alami ini tidak jarang lagi, atau mungkin anda juga pernah mengalaminya. Ketika kita berkunjung ke rumah seseorang, wajar sang tuan rumah memberikan jamuan seperti minuman, bahkan menawarkan makan. Lalu bagaimana jika pada saat itu juga anda sudah kenyang dan perut tidak dapat lagi menampung makanan? Kita tolak karena memang sudah kenyang, atau kita makan saja karena itulah budaya menghormati orang lain di lingkungan kita??
Berikut ini kisahnya,....
Pagi tadi, saya berniat mengantarkan seorang teman menuju rumahnya di wilayah Jember bagian timur. Selain jaraknya lumayan jauh, daripada buang - buang waktu dalam perjalanan, sekalian saja ber'silaturahmi' kerumahnya. Begitulah inisiatif untuk mengantarkan teman tersebut yang semalam menginap di rumahku (bukan rumahku sih, tapi rumah orang tua... haha)

Dalam perjalanan, kami juga tidak menemui banyak halangan berati alias lancar jaya. Meskipun suasana jalanan cukup ramai, tapi syukurlah kami selamat sampai tujuan tanpa luka lecetpun (ya iyalah). Singkat cerita sampai juga di rumahnya yang terletak di pinggir jalan raya yang menghubungkan kota Jember dan Banyuwangi tersebut.
Sesampainya di rumah, sambil melepaskan penat setelah berkendara motor sepanjang kurang lebih 25km kami ngobrol sambil minum kopi. Ya,... aktifitas yang wajar dilakukan masyarakat. Kebetulan saya tidak ingin berlama - lama di sana karena selain waktu sudah menunjukkan jam siang, temanku juga akan segera kembali ke kampusnya di Probolinggo sana.
Sebagai seorang tamu yang seharusnya sopan karena sudah lama mengenal keluarga tersebut, wajar jika sebelum saya pulang terlebih dahulu berpamitan pada sang 'penunggu' rumah. Begitu menemui si pemilik rumah (ibu temanku) langsung saja mengucapkan 'mantra' untuk meninggalkan rumah tersebut seperti ini. "Bu, saya permisi mau pulang... Sudah siang". Kurang lebih begitulah mantra yang saya ucapkan tadi (weleh weleh), beliaupun menanggapi dengan sedikit basa - basi biasa "Mau kemana kok sudah keburu pulang? Makan dulu sana. Perjalanan pulang kan jauh, biar gak lapar lagi".

Saya anggap saja itu tawaran biasa, karena perut dalam kondisi 'full tank' maka saya menolak untuk makan. "Wah, sudah bu....Nggak usah repot - repot, tadi sudah makan di rumah". Tapi kemudian si ibu tadi melarang saya untuk menolak tawarannya, "Makan saja, gak baik menolak begitu". Waduh, gimana nih ucapku dalam hati. Orang ini menawarinya gak main - main, mau ditolak kan gak enak. Tapi kalo dituruti perut ya tambah penuh, bisa - bisa tumpah nih.

Daripada mengecewakan hatinya, akhirnya aku turuti saja permintaannya. Makan lagi deh, meskipun perut overload yang penting bisa menyenangkan hati tuan rumah. Setelah makan, akhirnya baru saya diperbolehkan untuk pulang.
Itulah gambaran budaya masyarakat di sekitar kita, dan ternyata masih ada juga orang yang 'baik hati' seperti itu di tengah suasana masyarakat kita yang seakan - akan sudah tidak peduli lagi satu sama lainnya. Semoga saya masih bisa menemui orang - orang seperti ibu tadi di manapun saya berada nantinya. Agar waktu saya kelaparan bisa dikasih makan gratis mungkin (haha.....). 



Artikel Terkait Lainnya



Digg Technorati del.icio.us Stumbleupon Reddit Blinklist Furl Spurl Yahoo Simpy

2 comments:

Arifin said...

Ya begitulah kiranya,....bagaimana dengan anda? Pernah mengalaminya juga??

Arifin said...

This comment has been removed by the author.

:)) :)] ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} ~x( :-t b-( :-L x( =))

Post a Comment

Silakan Berkomentar Di Sini Dengan Syarat :
1. Komentar anda tidak menyinggung SARA
2. Berikan komentar yang membangun, bukan yang semena-mena
3. Tersenyumlah sambil mengetikkan 'comment'


Bagi yang hanya sekedar 'blogwalking' di sini, silakan tinggalkan keterangan web title dan URL anda.

Hormat Saya,
Arifin

 

Recent Post

Random Post

Send Free SMS

© Copyright 2011. bqychodtz.blogspot.com . All rights reserved | bqychodtz.blogspot.com is proudly powered by Blogger.com | Special Thanks To o-om.com - zoomtemplate.com